
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Untuk kedua kalinya rasa senang dan bahagia mengiringi kami dalam menyambut tamu spesial kedua pada hari ini ( Senin, 12 November 2018 ). Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag mendatangkan tamu spesial dari LPPIQ ( Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur'an) beliau adalah Bapak Ansori Arif.
Sebagai pembuka, Ibu Ati' Nursyafa'ah, M. Kom. I mengawali pertemuan pada hari ini dengan membaca surat Al-Fatihah. Berbicara tentang surat Al-Fatihah, saya teringat sebuah cerita dari Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag pada sebuah artikel beliau yang saya jumpai di www.terapishalatbahagia.net yang berjudul Bebas Prihatin pada Yaumuddin "Dalam suatu pengajian, saya bertanya kepada hadirin, “Ayat manakah dalam surat Al Fatihah yang paling menakutkan?” Seorang dari mereka menjawab, “Ayat ketujuh, sebab berisi daftar orang yang dibenci Allah (al mahgdlubi ‘alaihim), atau orang-orang sesat (ad-dhallin).Saya takut termasuk di antara mereka.” Sebagian yang lain mengatakan, “Saya lebih takut dengan ayat 4: maliki yaumiddin (Allah Yang Menguasai di Hari Pembalasan), sebab inilah proses yang pasti akan saya lalui setelah kematian.” Benar, inilah ayat yang mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap kata dan perbuatan, sebab semuanya dicatat oleh malaikat, lalu harus kita pertanggungjawabkan di hari pembalasan (yaumiddin). Ayat ini terletak setelah ayat kegembiraan, arrahmanirrahim (Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang). Dua ayat tersebut, arrahmanirrahim dan maliki yaumiddin disebutkan secara berurutan untuk menunjukkan pentingnya keseimbangan antara harap (raja’) dan cemas (khauf), antara antara ganjaran (reward) dan hukuman (punishment), dua hal yang harus dipadukan untuk suatu kesuksesan dan kemuliaan budi pekerti. Melalui arrahmanirrahim, Anda diberi motivasi besar, “Rianglah. Jangan bersedih, sebab kasih Tuhanmu melampaui kasih semua manusia.” Atau “Optimislah. Tidaklah mungkin Allah Yang Maha Pengasih meninggalkan kamu tanpa pertolongan-Nya, lebih-lebih ketika kamu sedang memeras keringat dan berdarah-darah demi memenuhi kebutuhan keluarga.”
Kemudian dilanjutkan oleh bapak Ansori menjelaskan tentang LLPIQ. LLPIQ adalah sebuah lembaga yang mengajarkan metode cepat dan mudah dalam menerjemahkan Al-Qur'an. Lembaga yang terletak di Jl. Karah Taman Asri I No. 30, Surabaya ini berdiri tahun 1993 dan didirikan oleh Prof. KH. Roem Rowi MA. Tujuan dibentuknya LLPIQ adalah agar masyarakat dapat mempelajari Al-Qur'an dengan mudah. Terlebih lagi untuk masyarakat yang bukan merupakan lulusan dari Pondok Pesantren.

Seperti yang kita tau, Al-Qur'an memiliki fungsi yang banyak sekali. Salah satunya adalah Al-Qur'an sebagai petunjuk. Bapak Ansori memberikan satu ayat kepada kami dan kami ditanya tentang arti dari ayat tersebut. Kami tidak ada yang bisa menjawabnya. Lalu timbul pertanyaan dari sini. "Bagaimana Al-Qur'an bisa memberikan petunjuk bagi kita sedangkan kita saja tidak tau apa maksud dari isi Al-Qur'an?".
Sekali lagi, QS. Al-Qamar [54] : 17,22,32, dan 40 kembali menjadi perbincangan. Bapak Ansori memaparkan 2 poin dari ayat-ayat yang diulang tersebut yaitu; (1)Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an mudah dipelajari, (2)Adakah yang "mau" mempelajari. Jadi inti persoalan disini yaitu "Siapakah yang mau mempelajari Al-Qur'an?". Lagi dan lagi kami mendapatkan motivasi untuk lebih giat mempelajari Al-Qur'an.
Untuk mengetahui maksud dari Al-Qur'an pastilah kita harus mengetahui terjemahan dari Al-Qur'an. Bapak Ansori memaparkan kepada kami megenai rahasia kosakata dalam Al-Qur'an. Bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat lebih dari 110.000 kosakata dan 79% kosakata di dalamnya adalah kosakata yang diulang-ulang. Dapat kita lihat dalam surat Ar-Rahman yang mengulang 31 kali ayat "Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Juga dalam QS. Al-Fatihah yang mengulang kata "Ar-rahman dan Ar-Rahim" dan masih banyak lagi.
Bapak Ansori memaparkan kepada kami mengenai sistematika penulisan mushaf Al-Qur'an.
Bahwa dalam juz 1 terdapat 3.680 kosakata dan 2.520 kosakata didalamnya adalah kosakata yang diulang. Berikut gambarannya :

Dari gambar tersebut kita bisa melihat bahwa surat Al-Baqarah menjadi surat yang paling banyak terdapat kosakata yang diulang-ulang. Dari sini kita mendapatkan kuncinya yaitu bila ingin lancar membaca dan menerjemahkan Al-Qur'an maka terlebih dahulu harus lancar membaca dan menerjemahkan surat Al-Baqarah.
Begitu mengesankan pemaparan tentang rahasia Al-Qur'an yang membuat kami takjub akan kebesaran Allah dan membuat kami semakin mencintai Al-Qur'an. Terakhir, saya mengutip Teks Khutbah Jumat Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag di Masjid Mujahidin Perak Surabaya 07/11/2018 yang berjudul Tiada Lelah Bertausiyah "Al Qur’an tidak hanya berfungsi untuk memberitahu, tapi juga meyakinkan manusia. Meyakinkan sesuatu kepada manusia jauh lebih sulit daripada hanya memberitahu."
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar